RSS

TEKNIS BUDIDAYA LELE

17 Mar

Pemilihan Induk

Ciri-ciri induk lele jantan:

  • Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina.
  • Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina.
  • Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan.
  • Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng (depress).
  • Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele betina.
  • Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani).

Ciri-ciri induk lele betina

  • Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.
  • Warna kulit dada agak terang.
  • Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.
  • Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.
  • Perutnya lebih gembung dan lunak.
  • Bila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur).

Syarat induk lele yang baik:

  • Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil supaya terbiasa hidup di kolam.
  • Berat badannya >500 gram.
  • Bentuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan lincah.
  • Umur induk jantan di atas tujuh bulan, sedangkan induk betina berumur satu tahun.
  • Frekuensi pemijahan bisa satu bulan sekali, dan sepanjang hidupnya bisa memijah lebih dari 15 kali dengan syarat apabila makanannya mengandung cukup protein.

Ciri-ciri induk lele siap memijah:

Induk Jantan

  • Umur telah mencapai 1 tahun
  • Alat kelamin tampak jelas meruncing berwarna kemerahan
  • Tubuh tetap ramping dan gerakannya lebih lincah.

Induk Betina

  • Perut tampak besar dan bila diraba terasa lembek
  • Alat kelamin berwarna kemerahan dan lubangnya agak membesar
  • Bila diurut kearah anus keluar telur berwarna kekuningan.

Persiapan kolam pemijahan

Kolam pemijahan diisi dengan air bersih setinggi 25 cm, air harus bening, tidak berbau, tingkat keasaman air/pH 6.5-7.5. Apabila air berasal dari air tanah maka air harus di diamkan terlebih dahulu selama ± 12 jam supaya kotoran mengendap serta oksigen dapat masuk ke dalam air secara difusi.

Kemudian beri ijuk yang sebelumnya sudah di bersihkan, ijuk ditata sehingga menutupi ¾ bagian dasar kolam beri pemberat pada ijuk supaya tidak melayang di dalam air, ijuk digunakan sebagai tempat menempelnya telur, apabila induk sudah bertelur kita dapat memindahkan ijuk-ijuk yang sudah di tempeli telur ke kolam lain supaya kolam tidak terlalu padat.

Tebarkan I (satu) pasang induk jantan+betina dalam satu kolam pemijahan. Penebaran dilakukan pada jam 14.00–16.00. Biarkan induk selama satu hari. Setelah ± 1 hari, diharapkan sepasang induk ini telah memijah, bertelur dan dalam waktu 24 jam telur-telur tersebut akan menetas. Telur-telur yang baik adalah yang berwarna kuning cerah.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 17, 2011 in Pembibitan Lele

 

One response to “TEKNIS BUDIDAYA LELE

  1. junnaedy muis

    September 1, 2012 at 4:10 pm

    makasih atas infonya mas….
    insyaallah dapat berjalan dengan baik saya jalankan info dari mas.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: